Blog

Yuk, Simak Tips Memilih Asuransi Pendidikan Yang Sesuai Dengan Kebutuhan Berikut Ini!

tips memilih asuransi pendidikanPendidikan ibarat “investasi masa depan”, sehingga tidak heran jika banyak yang berlomba-lomba untuk menuntut ilmu setinggi mungkin. Indonesia dengan diterapkannya prinsip Wajib Belajar Pendidikan Dasar atau Wajar Diksar 9 tahun memang telah banyak memberikan banyak program beasiswa dan pendidikan gratis.

Namun kebutuhan biaya sekolah di luar SPP atau iuran bulanan malah justru semakin tinggi dari tahun ke tahun. Terlebih lagi untuk masa sekolah pada bangku SMA atau SMK atau sederajat dan bangku kuliah akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Baik biaya untuk sekolah hingga kebutuhan pribadi yang menunjang pendidikan tersebut.

Nah, untuk mengatasi naiknya biaya pendidikan yang semakin mahal, Anda bisa menggunakan asuransi pendidikan untuk jaminan pendidikan putra-putri Anda. namun terkadang ada juga yang menyebut bahwa asuransi pendidikan merupakan tabungan pendidikan, padahal keduanya adalah dua hal yang berbeda.

Meski terdengar hampir mirip, namun keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan, baik dari tingkat risiko dan karakteristiknya. Nah, sebelum memilih asuransi pendidikan, berikut perbedaan antara tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan:

a. Tabungan Pendidikan

  • Memiliki bunga yang lebih kecil bila dibandingkan dengan tabungan reguler bank
  • Sebagaimana tabungan reguler, tabungan pendidikan juga dikenakan biaya administrasi
  • Proses lebih mudah
  • Memiliki tingkat risiko yang kecil
  • Lebih cocok untuk penyimpanan dana pendidikan dalam jangka waktu yang pendek seperti 2-5 tahun, karena hasil tabungannya sekitar 3-6%
  • Meski tabungan, namun terdapat juga asuransi pendidikan yang ditanggung oleh bank dengan nilai tanggungan yang kecil.

b. Asuransi Pendidikan

  • Biaya akuisisi atau nilai premi yang dikenakan relatif besar
  • Tingkat risiko lebih besar daripada tabungan pendidikan
  • -Hasil untuk pengumpulan dananya lebih besar dari jenis tabungan pendidikan, sehingga bisa juga Anda gunakan sebagai investasi
  • Investasi dari asuransi pendidikan tersebut bersifat jangka panjang, dimana Anda tidak akan mendapatkan hasil investasi dalam 5 tahun pertama, dan setelah lebih dari 5 tahun hasil investasi bisa Anda dapatkan
  • Jika pemegang polis meninggal, maka dana tanggungan dan hasil investasi akan dilimpahkan kepada ahli waris

Nah, setelah mengetahui perbedaannya, jika Anda ingin berinvestasi untuk masa depan pendidikan anak, tentu akan lebih tepat dengan menggunakan asuransi pendidikan. Namun dalam menentukan asuransi pendidikan tersebut sebaiknya Anda tidak sembarangan dan tidak mudah tergoda dengan penawaran-penawaran menarik perusahaan asuransi yang belum terpercaya.

Untuk Anda yang masih ragu atau “takut” dengan asuransi-asuransi tersebut, yuk simak tips memilih asuransi pendidikan berikut ini yang tepat dan aman untuk masa depan buah hati:

1. Cari Perusahaan Asuransi Terpercaya dengan Track Record yang Baik

Sama seperti halnya Anda memilih atau membeli suatu barang, Anda tentu akan memilih yang berkualitas. Nah, begitu juga dengan asuransi pendidikan, pilihlah terlebih dahulu perusahaan asuransi yang sudah terpercaya.

Pilihlah perusahaan asuransi yang memiliki track record atau rekam jejak yang baik dan perusahaan tersebut sudah berdiri lama. Meski bukan berarti perusahaan yang baru berdiri tidak memiliki kualifikasi dan track record yang baik.

Alangkah baiknya jika Anda juga melakukan survey dari testimoni orang lain yang juga menggunakan asuransi pendidikan di perusahaan yang sama. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui detail pelayanan asuransi serta memeriksa kredibilitas perusahaan tersebut pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

2. Pastikan Agen Asuransi Anda Sudah Terdaftar di AAUI

Jika Anda menggunakan asuransi pendidikan lewat agen asuransi, maka sebaiknya periksa dahulu agensi tersebut. Pastikan agen tersebut sudah terdaftar menjadi anggota asosiasi asuransi yang resmi dan sudah memiliki kartu anggota AAUI (Asosiasi Asuransi Umum Indonesia).

Selain asuransi umum, terdapat juga asuransi Syariah. Nah, bagi Anda yang menggunakan asuransi Syariah, pastikan agen asuransi Anda sudah terdaftar menjadi anggota asosiasi dan mempunyai kartu AASI (Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia). Carilah juga agen yang sudah professional dan terjamin keamanannya.

3. Pastikan Informasi yang Anda Dapatkan Jelas

Sebelum menentukan perusahaan atau agen asuransi, pastikan Anda juga mencari informasi secara lengkap dan jelas. Carilah detail tentang denda, mekanisme pembayaran, biaya akuisisi, pertanggungan claim dan masih banyak lagi data yang Anda perlukan.

4. Sesuaikan Nilai Preminya Sesuai dengan Kemampuan Anda

Berbagai jenis asuransi pendidikan tentu akan berpengaruh terhadap biaya atau nilai premi yang harus Anda bayarkan. Nah, oleh sebab itu, pastikan nilai premi yang ditanggungkan sesuai dengan kemampuan dan kondisi ekonomi kantong Anda. Jangan sampai Anda memilih asuransi yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda.

5. Carilah Program yang Sesuai dengan Kebutuhan dan Bermanfaat Kedepannya

Pada beberapa perusahaan asuransi, biasanya terdapat beberapa program atau jenis asuransi pendidikan yang ditawarkan. Oleh karena itu, pastikan program yang Anda pilih sesuai dengan kebutuhan, dan pastikan bermanfaat untuk masa depan pendidikan buah hati Anda.

Nah, sebenarnya keputusan akan penentuan asuransi pendidikan tersebut sepenuhnya ditangan Anda. Namun sebaiknya teliti dan berhati-hatilah saat Anda memilih perusahaan asuransi. Pertimbangkan juga beberapa faktor yang diperlukan untuk asuransi pendidikan anak Anda, dan alangkah baiknya jika Anda menyiapkan asuransi pendidikan untuk anak sejak dini.

Kelebihan dan Tips Pencairan Kredit Tanpa Agunan dengan Mudah

kredit tanpa agunan

Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat disamakan dengan berdasarkan pinjam meminjam antara pihak bank dengan pihak lainnya yang mewajibkan pihak meminjam untuk melaksanakan dengan jumlah bunga sesuai imbalan. Kredit tanpa agunan adalah salah satu produk pinjaman yang memberikan fasilitas kredit tanpa membebankan calon nasabah untuk mempersiapkan aset untuk dijadikan jaminan atas pinjaman tersebut. Pinjaman ini akan diputuskan oleh bank dengan riwayat kredit dari pemohon kredit secara pribadi. Biasanya nasabah memiliki riwayat kredit seperti kartu kredit, kredit motor, kredit mobil dan KPR.

Berikut adalah kelebihan dan KTA diantaranya:

  • Praktis dan tidak membutuhkan jaminan, pihak bank akan menanamkan kepercayaan kepada nasabah untuk mengelola dana pinjaman dengan baik. Nasabah menggunakan dana tersebut untuk modal kerja maupun lainnya dengan berbagai kemudahan didalamnya. Produk KTA ini memungkinkan nasabah untuk tetap memanfaatkan barang-barang atau aset milik untuk keperluan lainnya.
  • Lebih fleksibel untuk berbagai macam tujuan penggunaan kredit, nasabah diberi kebebasan untuk menggunakan dana kredit untuk keperluan apapun termasuk keperluan konsumtif. Namun disarankan menggunakan pinjaman dalam batas-batas yang sudah dipahami supaya tidak adanya masalah kredit macet.
  • Proses pengajuan yang dikenal super cepat dan mudah, tidak dibutuhkan pengajuan konvensional atau kredit dengan jaminan, perbankan menyediakan fasilitas online untuk pengisian formulir pengajuan KTA yang dapat diunduh kapan saja dan mempersingkat untuk proses pengajuannya.

KTA dapat digunakan untuk kepentingan seperti biaya merenovasi rumah, biaya pernikahan, biaya pendidikan, biaya pengobatan, pelunasan kartu kredit, modal usaha dan kebutuhan finansial lainnya. Saat akan mengajukan KTA pastikan menyediakan dokumen seperti fotocopy KTP/KITAS, bukti penghasilan, fotocopy rekening tabungan, fotocopy surat izin profesi, NPWP dan fotocopy akta pendirian/SIUP/TDP. KTA juga dapat diakses oleh WNA dengan melampirkan fotocopy paspor dan melengkapi dokumen lainnya yang dibutuhkan oleh bank selama proses pengajuan.

Berikut adalah tips untuk pencairan KTA diantaranya:

  • Berlaku positif dan tidak memaksa, terkadang dalam keadaan mendesak karena kebutuhan nasabah yang mengajukan KTA memaksa permohonannya dikabulkan dan sikap tersebut tidak direkomendasikan, jangan memaksa terutama sampai menyogok.
  • Sesuaikan jumlah pinjaman, biasanya nasabah dapat meminjam hingga 200 juta dan sebaiknya tidak meminjam pada batas maksimal, pastikan juga total utang per bulan termasuk cicilan untuk KTA tidak melebihi 40% dari gaji pokok peminjam.
  • Handphone harus selalu aktif, pihak bank sewaktu-waktu menghubungi nasabah setelah menerima permohonan dan handphone yang aktif akan memberi kemudahan dalam berbagai komunikasi antar petugas bank.
  • Tak punya riwayat kredit bermasalah, seperti kartu kredit dengan tagihan harus dibayar lunas tepat waktu. Jika memiliki kredit kendaraan pastikan cicilan per bulan tetap lancar.

Untuk proses pengajuan KTA minimal 3 hingga 5 hari kerja dan maksimal 14-21 hari kerja jika data-data dan persyaratan yang diperlukan sudah lengkap. Survey untuk pihak pemohon KTA hanya akan dilakukan pada pemohon dengan tempat usaha dan untuk karyawan pihak bank tidak akan melakukan survey. Umumnya dilayani dari berbagai wilayah tetapi secara aplikasi diproses dan disetujui dari wilayah JABODETABEK.

Untuk melakukan pembayaran pinjaman kredit tanpa agunan dengan cara layanan transfer antar bank via ATM, melakukan setor langsung ke teller bank, melalui mobile atau internet banking maupun dengan mendaftar auto debet. Beberapa hal ini perlu diketahui oleh nasabah sebelum mengambil keputusan untuk meminjam. Kelebihan KTA perlu dipertimbangkan untuk menjadi salah satu produk pinjaman yang direkomendasikan jika tidak menginginkan jaminan untuk pihak pemberi pinjaman.

Meraih Kesuksesan dalam Bisnis dengan Cermat Mengatur Keuangan

mengatur keuangan dalam bisnis

Memiliki bisnis tentu menjadi keinginan dari setiap orang. Dengan membuka bisnis, maka seseorang akan mendapatkan pemasukan dalam jumlah yang cukup banyak. Namun, berbicara masalah bisnis, ada hal yang sangat penting untuk dibahas, salah satunya adalah tips mengelola keuangan. Ya, keuangan adalah nyawa hidup bisnis agar tetap bisa bertahan.

Mengelola keuangan dalam berbisnis tentu saja berbeda dengan mengatur keuangan pribadi. Anda tentu tidak cukup hanya berbekal buku catatan untuk mencatat pengeluaran dan pemasukan, namun Anda memerlukan strategi agar bisnis bisa bertahan.

Nah, kesalahan yang sering dilakukan oleh pebisnis pemula adalah mereka tidak memiliki pengetahuan terkait tips keuangan yang baik sehingga keuangan bisnis mereka keteteran. Dalam hal ini, akan dibahas mengenai cara cermat mengatur keuangan bisnis untuk meraih kesuksesan dalam berbisnis. Selamat membaca.

Tips Mengelola Keuangan dalam Bisnis

Pengelolaan keuangan yang benar merupakan dasar kesuksesan dalam menjalankan bisnis. Oleh karena itu, sebelum Anda terjun dalam bisnis yang hendak Anda bangun, pengetahuan mengenai tips keuangan harus sudah dipahami dengan baik. Ada beberapa tips yang sebenarnya mudah untuk dilakukan dalam pengelolaan keuangan bisnis. Beberapa tips tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

Memisahkan Rekening Pribadi dan Bisnis

Tips keuangan pertama untuk pebisnis pemula yang harus dilakukan adalah memisahkan rekening pribadi dan bisnis. Banyak pelaku bisnis pemula yang mengabaikan hal ini dan menggampangkan tata kelola keuangan. Akibatnya, bisnis mereka akan tersendat dan gagal di tengah jalan karena modal yang habis sebelum waktunya.

Pemisahan rekening menjadi hal yang cukup penting untuk dilakukan. Dengan pemisahan rekening, maka Anda akan lebih mudah dalam mengatur pertumbuhan bisnis yang Anda kelola. Tidak hanya itu, Anda tentu akan memiliki dana pribadi sebagai penyokong jika memang keuangan bisnis sedang tidak baik. Jika dana pribadi dan bisnis digabung, maka dana cadangan dipastikan tidak akan ada.

Tentukan Persentase dalam Pengelolaan Keuangan

Hal kedua yang harus dilakukan untuk mengelola keuangan dalam menjalankan bisnis adalah dengan menentukan persentase keuangan yang digunakan. Maksudnya adalah Anda harus memiliki perhitungan yang cermat mengenai berapa persen uang yang akan Anda alokasikan untuk operasional usaha, berapa persen uang untuk cadangan, berapa persen laba yang ingin Anda dapatkan dan berapa persen uang untuk pengembangan usaha.

Ini adalah salah satu tata kelola keuangan yang sangat disarankan agar bisnis Anda berjalan dengan lancar. Dengan adanya pembagian yang jelas, masalah keuangan yang mungkin muncul saat menjalankan bisnis bisa diminimalkan.

Membuat Pembukuan dengan Jelas

Pembukuan merupakan hal paling penting untuk mengelola keuangan dalam menjalankan bisnis. Perlu dicermati bahwa pengelolaan keuangan dalam menjalankan bisnis tidak cukup hanya dengan menggunakan ingatan saja. Dengan pembukuan yang jelas, Anda akan terhindar dari pengeluaran yang tidak terkontrol.

Dalam hal ini, idealnya Anda memiliki sebuah laporan keuangan bisnis seperti catatan laba dan neraca atau kas. Setiap hari, usahakan untuk mencocokkan saldo uang dengan catatan yang sudah Anda buat.

Dengan hal ini, maka Anda bisa mengontrol semua transaksi keuangan yang terjadi pada bisnis yang Anda lakukan. Tentu, dengan kontrol yang maksimal, keuangan akan menjadi semakin sehat dan bisnis bisa berjalan dengan lebih baik serta lancar.

Membuat catatan memang menjadi tantangan tersendiri terutama bagi para pebisnis pemula. Mereka seringkali merasa berat untuk membuat catatan secara kontinu karena memang belum terbiasa. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan push pada diri Anda untuk berkomitmen dalam membuat catatan tersebut.

Kurangi Risiko Utang

Dalam menjalankan bisnis, utang memang merupakan salah satu hal yang boleh dikatakan wajar. Kekurangan modal dalam membuka bisnis seringkali menjadi alasan bagi seseorang untuk mengajukan hutang. Di sisi lain utang juga dianggap sebagai pelecut semangat dalam menjalankan bisnis agar usaha yang dikembangkan lebih fokus.

Namun, meskipun utang diperbolehkan, bukan berarti Anda harus mengambil utang. Dalam hal ini, Anda tetap harus berhati-hati pada utang yang Anda ambil atau sebisa mungkin mengurangi risiko dengan tidak mengambil utang. Hal ini cukup beralasan karena utang hanya akan menambah cicilan dan akan menghambat perluasan usaha yang bisa Anda lakukan.

Oleh karena itu, tahap perencanaan keuangan saat memulai bisnis harus matang. Anda harus mengetahui dari mana saja sumber dana yang akan Anda gunakan. Jika Anda memiliki kekurangan modal, maka Anda bisa melakukan penekanan pada beberapa sisi bisnis Anda untuk mengurangi modal yang digunakan.

Menyisihkan Keuntungan untuk Pengembangan Usaha

Mendapatkan keuntungan dalam bisnis tentu merupakan hal yang paling ditunggu. Anda tentu saja boleh menikmati keuntungan dalam bisnis yang Anda jalankan. Namun, dalam hal ini, tentu saja Anda tetap harus bijak dan tidak menghabiskan keuntungan tersebut secara konsumtif.

Untuk tata kelola keuangan bisnis yang baik, maka sebaiknya Anda menyisihkan keuntungan yang Anda peroleh untuk pengembangan usaha. Jika di awal usaha ada beberapa kekurangan yang belum bisa di-cover karena kekurangan modal, maka gunakan sebagian keuntungan tersebut untuk memenuhi sesuatu yang kurang tersebut. Dengan pola tata kelola seperti ini, bisnis tentu akan menjadi lebih stabil dan berjalan dengan lebih baik.

Nah, lalukan beberapa tips mengelola keuangan di atas dengan baik. Dengan tata kelola keuangan yang benar, Anda tentu akan lebih mudah mendapatkan kesuksesan dalam bisnis!

Tips Kelola Pinjaman Online agar Lunas Tepat Waktu

kelola uang pinjaman

Pinjaman online kini menjadi salah satu hal yang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat. Seiring kemajuan teknologi yang semakin canggih, transaksi kini lebih banyak dilakukan dengan menggunakan i-banking, bahkan untuk mendapatkan pinjaman. Bisa dilihat bahwa ada cukup banyak iklan yang menawarkan pinjaman online di beberapa media sosial. Tidak tanggung-tanggung, pinjaman bisa didapatkan tanpa jaminan apapun!

Mendapatkan pinjaman tentu merupakan salah satu hal yang sangat membantu, terlebih ketika Anda memang membutuhkannya. Namun, dibalik kemudahan yang ditawarkan oleh adanya pinjaman online tersebut tentu saja ada hal yang harus Anda pikirkan. Ya, hal tersebut adalah kewajiban untuk membayar pinjaman tersebut.

Masalah utama berkaitan dengan pinjaman adalah waktu pengembalian pinjaman yang terlambat sehingga peminjam akan mendapatkan denda. Masalah tersebut seringkali muncul karena tata kelola keuangan yang buruk dari peminjam. Nah, pada kesempatan ini akan dibahas mengenai beberapa tips mengelola keuangan dari pinjaman online agar Anda bisa membayarnya tepat waktu. Selamat membaca.

Kiat Mengelola Pinjaman Online dengan Bijak

Ketika Anda mendapatkan pinjaman online, maka Anda tidak boleh terlampau senang lalu menggunakan uang hasil pinjaman tersebut untuk berfoya-foya. Dalam hal ini, dikarenakan ada kewajiban untuk mengembalikan, Anda harus memiliki tata kelola keuangan yang baik. Adapun beberapa kiat untuk mengelola pinjaman online dengan baik agar tidak memberatkan dan bisa lunas tepat waktu adalah sebagai berikut:

Gunakan Seperlunya

Alasan Anda meminjam tentu dikarenakan Anda ingin membeli sesuatu namun Anda memiliki kekurangan finansial. Nah, dalam hal ini, setelah Anda mendapatkan pinjaman online, maka gunakan seperlunya. Belilah barang yang memang Anda butuhkan di mana menjadi alasan kenapa Anda mengajukan pinjaman atau bisa juga jika untuk keperluan modal usaha.

Jika barang yang Anda butuhkan sudah Anda dapatkan, maka jangan tergoda untuk membeli barang lainnya.

Menyisihkan Setengah dari Pinjaman

Tips kelola keuangan lain dari pinjaman online yang Anda dapatkan adalah menyisihkan setengah dari pinjaman tersebut. Ini merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mengamankan aset anda. Taruhlah setengah dari total pinjaman yang Anda peroleh di tempat yang tidak terjangkau oleh pandangan. Sebagai pengingat, tulis juga jika uang tersebut merupakan uang dari pinjaman online.

Cara ini akan sangat efektif untuk membuat Anda menjadi lebih bijak dalam alokasi uang. Selain itu, uang yang disimpan juga bisa digunakan pada saat Anda terdesak oleh kebutuhan yang lain atau dikejar deadline pembayaran. Tentu, Anda tidak akan pusing mencari pinjaman lain jika sudah ada persiapan, bukan?

Menggunakan Pinjaman untuk Membuat Usaha

Jika uang hasil pinjaman yang Anda dapatkan masih sisa setelah membeli suatu barang, maka akan lebih baik jika uang tersebut digunakan untuk membuka sebuah usaha. Tidak perlu usaha yang besar, Anda bisa menggunakannya untuk membuka bisnis kecil-kecilan yang bisa Anda kelola dengan baik. Tentu, membuka usaha dengan dana pinjaman bukan merupakan hal tabu untuk dilakukan.

Dengan mengalokasikan dana pinjaman untuk membuka bisnis, maka Anda akan mendapatkan keuntungan yang lebih. Keuntungan yang didapatkan tersebut selain bisa digunakan untuk membayar tagihan pinjaman juga bisa digunakan untuk melebarkan bisnis anda.

Membuat Buku Catatan Keuangan

Bagi Anda yang tergolong susah untuk mengingat pengeluaran yang Anda alokasikan, membuat catatan adalah solusi terbaik untuk dilakukan. Dalam hal ini, Anda bisa membuat catatan mengenai detail pinjaman online yang Anda peroleh. Catatan tersebut berisi jumlah uang yang diperoleh, pengeluaran yang dialokasikan setiap hari, maupun catatan lainnya.

Dengan membuat catatan tersebut maka Anda akan memiliki kontrol yang lebih baik untuk masalah keuangan. Buatlah catatan yang rapi sehingga mudah dibaca sehingga Anda juga tidak malas untuk mengisinya. Meskipun bagi sebagian orang membuat catatan secara kontinu adalah berat, namun Anda akan mendapatkan banyak manfaat dari catatan tersebut.

Membuat Alokasi Cicilan

Hal terakhir yang bisa dilakukan dalam tata kelola keuangan dari pinjaman online adalah membuat alokasi cicilan. Besaran cicilan dari tiap pinjaman memang berbeda dan Anda bisa memilihnya yang menurut Anda paling terjangkau. Namun, hal yang lebih penting adalah Anda membuat alokasi cicilan.

Misalnya, ketika Anda mendapatkan pinjaman online sebesar 10 juta dengan cicilan per bulan sebesar 1 juta, maka Anda setidaknya harus menyiapkan dana 1 juta setiap bulannya. Jika nominal 1 juta dirasa terlalu besar untuk cicilan, maka Anda bisa memampatkan hitungan hingga per hari.

Jika asumsi cicilan 1 juta per bulan, maka minimal Andaharus melakukan saving cicilan sebesar 35,000 setiap hari. Dengan alokasi cicilan ini maka pembayaran pinjaman bisa dilakukan dengan lancar dan pinjaman Anda akan lunas tepat pada waktunya.

Nah, beberapa tips pengelolaan keuangan dari pinjaman online di atas bisa diaplikasikan untuk membantu Anda. Dengan tata kelola yang tepat, maka Anda tidak perlu khawatir untuk mencari pinjaman online jika memang dibutuhkan. Semoga bermanfaat.

Bingung Mengatur Keuangan dengan Kartu Kredit? Begini Caranya!

Mengatur Keuangan dengan Kartu Kredit

Di zaman yang semakin modern ini, transaksi menjadi hal yang lebih mudah untuk dilakukan. Salah satu model transaksi terbaru yang cukup digemari oleh masyarakat adalah kartu kredit. Ya, kartu kredit merupakan model pembayaran baru yang akan memberikan kemudahan saat berbelanja, terutama bagi Anda yang memang tidak suka untuk membawa uang tunai dengan beberapa alasan.

Kartu kredit sering dijadikan solusi karena hanya dengan membawa satu kartu ini, Anda sudah bisa melakukan transaksi apapun yang Anda inginkan. Namun, kemudahan ini bisa saja menjadi blunder jika Anda tidak bisa mengatur keuangan dengan baik.

Banyak kasus muncul di mana masyarakat terlilit hutang yang semakin menumpuk dikarenakan mereka terlalu asyik berbelanja dengan kartu kredit. Nah, pada kesempatan ini, Anda akan mendapatkan tambahan informasi mengenai tips mengelola keuangan kartu kredit agar inovasi ini bisa lebih berguna bagi anda. Selamat membaca!

Tips Cerdas Menggunakan Kartu Kredit

Kemudahan yang ditawarkan oleh kartu kredit memang sangat menggoda. Hanya dengan sekali gesek, maka Anda bisa melakukan pembayaran untuk barang yang Anda beli. Namun, kemudahan tersebut harus disikapi dengan tidak berlebihan agar Anda tidak rugi. Nah, adapun beberapa tips cerdas untuk menggunakan kartu kredit agar keuangan tetap sehat adalah sebagai berikut:

Buat Kartu Kredit sesuai Kebutuhan

Kartu kredit biasanya mengadakan kerja sama dengan beberapa toko komersial. Kerja sama ini ditujukan untuk menarik nasabah dan memberikan kemudahan yang lebih bagi pengguna. Dalam hal ini, Anda harus bijak dengan hanya membuat kartu kredit sesuai dengan kebutuhan.

Misalnya, ketika Anda suka hal-hal berbau fashion, maka carilah kartu kredit yang lebih banyak memberikan promo di beberapa outlet fashion. Dengan cara ini, maka pengeluaran yang Anda lakukan akan bisa lebih terkontrol.

Miliki Maksimal 2 Kartu Kredit

Meskipun kartu kredit akan membuat transaksi lebih mudah, namun Anda tentu saja harus membatasi diri untuk tidak memiliki terlalu banyak kartu kredit. Dalam hal ini, sebaiknya Anda membatasi memiliki kartu kredit hanya 2 saja. Hal ini cukup beralasan agar Anda merasa terbatasi untuk menggunakannya.

Dengan semakin banyak menggunakan kartu kredit, tidak menutup kemungkinan jika Anda akan semakin boros dan bisa saja hutang Anda akan semakin menumpuk. Tentu ini merupakan hal yang buruk bagi manajemen keuangan anda.

Atur Limit Kartu Kredit

Mengatur limit kartu kredit juga termasuk salah satu tips keuangan yang sangat penting saat menggunakan inovasi pembayaran ini. Dalam hal ini, dengan mengatur limit kartu kredit, maka Anda bisa mengatur keuangan dengan lebih baik.

Jika Anda memiliki 2 kartu kredit sebagaimana disarankan di atas, maka Anda bisa menetapkan limit kecil pada salah satu kartu kredit dan limit besar pada kartu lainnya untuk berjaga-jaga. Namun, tentu Anda juga harus realistis dalam menggunakannya dan jangan sampai pengeluaran Anda melebihi pemasukan.

Sebagai tambahan, buatlah mindset jika limit bukanlah batas. Misalnya, ketika Anda mengatur limit pada kartu kredit Anda sebesar 4 juta, maka sebaiknya Anda tidak menggunakannya hingga batas 4 juta atau lebih. Besaran limit harus disikapi sebagai bukan batas maksimal agar Anda tetap bisa berhemat.

Jika mindset ini terbentuk, maka kartu kredit akan lebih bermanfaat dan tidak akan membebani keuangan Anda dengan beragam jenis tagihan yang memberatkan.

Berpikir Sebelum Berbelanja

Kemudahan yang ditawarkan oleh kartu kredit terkadang membuat seseorang menjadi khilaf dan kalap dalam berbelanja. Merasa mudah untuk melakukan pembayaran, beberapa orang sering tidak kontrol dalam membeli sesuatu dan akhirnya ia membeli barang yang sebenarnya tidak ia butuhkan.

Oleh karena itu, untuk manajemen keuangan yang lebih baik dalam menggunakan kartu kredit, Anda sebaiknya berpikir sebelum berbelanja.

Dengan kata lain, buatlah prioritas terkait apa yang hendak Anda beli. Dengan adanya prioritas ini, maka Anda bisa mengalokasikan dana untuk membeli barang yang memang penting dan dibutuhkan. Jika perlu, buatlah daftar barang yang hendak dibeli dalam bulan X dan berusahalah untuk berpegang pada hal tersebut.

Manfaatkan Point Reward

Keuntungan menggunakan kartu kredit adalah adanya point reward. Nah, dalam hal ini, untuk setiap transaksi yang Anda lakukan, Anda akan mendapatkan poin yang dapat di akumulasi. Jumlah poin yang terkumpul tersebut nantinya bisa ditukarkan dengan barang tertentu atau promo yang menarik. Nah, dengan adanya point reward ini maka kartu kredit akan semakin menguntungkan untuk digunakan.

Dengan beberapa tips di atas, Anda tentu akan memiliki tambahan pengetahuan mengenai bagaimana menggunakan kartu kredit dengan baik. Perlu dipahami bahwa meskipun kartu kredit memberikan kemudahan dalam hal pembayaran transaksi, namun pengetahuan mengenai tips keuangan yang benar menjadi sangat penting.

Dengan manajemen keuangan yang baik, Anda akan terhindar dari kerugian dan hutang yang menumpuk karena penggunaan kartu kredit yang terlalu boros.