Langkah Tepat Untuk Kredit Mobil Bekas Tanpa Uang Muka

Langkah Tepat Untuk Kredit Mobil Bekas Tanpa Uang Muka

Memiliki kendaraan bermotor seperti mobil saat ini bukan menjadi hal yang mewah lagi, namun bisa dikatakan sebagai kebutuhan. Selain itu, jika dulu mobil hanya dapat dibeli oleh kalangan mewah saja, kini siapa pun bisa memilikinya. Bagaimana tidak, sekarang banyak jasa kredit mobil yang mampu mewujudkan setiap orang untuk memiliki mobil.

Ya, memang banyak orang yang lebih memilih membeli mobil bekas ketimbang mobil baru. Hal tersebut karena, selain harganya murah, jika dibandingkan kualitasnya tak jauh berbeda. Misalkan pada mobil bekas yang baru 1 atau 2 tahun, tentunya lebih dipilih karena kondisinya terkadang tak jauh berbeda dengan yang baru.

Cara Kredit Mobil Bekas Tanpa Uang Muka

Selain tak mampu membeli yang baru, ada juga yang tak mampu membeli secara cash. Hal tersebut karena, meski kondisi mobil telah bekas, namun kondisinya masih baik, sehingga harganya pun terkadang masih sulit untuk dijangkau.

Berkaitan dengan hal tersebut, lalu bagaimana agar bisa mendapatkan mobil bekas yang diinginkan? Ya, bagi Anda yang tak mempunyai dana tunai untuk membeli mobil secara cash, maka bisa membeli dengan cara angsuran atau kredit.

Bagi Anda yang ingin kredit mobil tak perlu malu, sebab kenyataannya saat ini lebih banyak yang memilih membeli mobil secara kredit daripada cash. Belum lagi saat ini telah banyak program kredit mobil bekas murah tanpa menggunakan DP atau uang muka.

Dengan banyaknya peminat kredit mobil, maka saat ini telah banyak lembaga yang menyediakan kredit mobil tanpa uang muka, mulai dari bank hingga lesing yang bisa digunakan untuk pengajuan kredit mobil. Namun dengan banyaknya jasa tersebut, juga membuat kebanyakan orang bingung dalam menentukan lembaga mana yang nantinya akan dipilih, tentunya yang bisa menyediakan kredit mobil bekas tanpa uang muka.

Lalu apa peran pihak bank atau leasing dalam kredit mobil bekas tanpa jaminan? Sebenarnya baik bank maupun leasing memiliki konsep atau peran yang sama dalam menyediakan dana untuk kredit mobil, dimana mereka akan menalangi dana untuk membayar mobil yang akan dibeli secara kontan, sehingga nantinya pembeli membayar mobil yang telah dibeli dengan cara cicilan pada pihak bank. Jadi istilahnya adalah Anda meminjam uang kepada bank atau leasing untuk membeli mobil, dan nantinya uang pinjaman tersebut dibayar secara kredit.

Dengan demikian, sebelum Anda memutuskan untuk kredit mobil, maka harus menggunakan tips berikut ini agar bisa melakukan kredit mobil bekas tanpa uang muka:

1. Cari Langsung Mobil Ke Pemakai

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan mencari mobil bekas langsung ke pemakaiannya. Ya, jangan melalui pedagang mobil atau melalui showroom mobil bekas.

Hal tersebut dilakukan agar harga yang Anda peroleh nantinya tidak mahal karena langsung membeli pada pemakaiannya. Satu lagi yang harus Anda perhatikan, pastikan dalam membeli tidak melalui perantara, sebab nantinya harga mobil akan semakin mahal.

Meski demikian, Anda tetap harus melihat motif jualnya, dimana biasanya jika seseorang yang akan menjual mobil membutuhkan uang dengan segera, maka akan menjual dengan harga yang murah. Lalu bagaimana agar menemukan mobil langsung dari pemakaiannya?

Cara mudahnya agar Anda bisa menemukan banyak orang yang akan menjual mobil adalah dengan melihat situs jual beli online, sehingga disitu selain bisa melihat berbagai mobil yang akan dijual, Anda juga bisa membandingkan beberapa produk sekaligus.

Dengan melalui situs online, Anda juga bisa mengetahui apa alasan pemilik ingin menjual mobil, apakah butuh dana cepat atau ingin mengganti dengan yang baru.

2. Cari Leasing Mobil Bekas Yang Telah Terpercaya dan Memiliki Nama

Setelah Anda memutuskan mobil mana yang akan dibeli, maka waktunya Anda mencari leasing yang akan digunakan untuk kredit mobil bekas tanpa uang muka. Untuk hal ini, pertama kali yang bisa digunakan sebagai pertimbangan adalah rekomendasi teman.

Atau juga bisa dilakukan dengan mensurvei beberapa leasing mobil bekas yang ada di sekitar Anda. Selain itu agar Anda nantinya bisa menghitung simulasi kredit dari besaran DPT dan angsuran yang akan dilakukan, maka Anda bisa mendatangi kantornya secara langsung.

Disamping hal tersebut, Anda juga bisa bekerjasama dengan leasing terkait untuk menaikan harga mobil, hal tersebut agar nilai uang yang dikeluarkan mampu menutup jumlah uang muka.

Misalnya seperti ini, jika Anda membeli mobil seharga 100 juta, maka dalam peraturan BI jumlah uang muka untuk kredit mobil adalah 30%, sehingga uang yang akan dipinjamkan bank hanya 70% atau 70 juta. Tentunya hal tersebut mengharuskan Anda memiliki uang 30 juta bukan?

Nah, dengan hal tersebut maka untuk menutupinya adalah dengan meminta pihak dealer atau leasing untuk menaikan harga, misalnya menjadi 130 juta, sehingga nantinya uang yang akan dipinjamkan oleh bank bisa genap 100 juta. Ya, hal tersebut memang akan membuat angsuran bulanan menjadi semakin besar, karena nilai pinjamannya pun besar.

3. Mengajukan Kredit Mobil Bekas

Langkah terakhir ini merupakan langkah utama yang harus Anda lakukan. Yakni segera pergi ke leasing setelah mendapatkan mobil yang diinginkan dan jenis kredit mobil bekas yang akan digunakan. Umumnya persyaratan yang dibutuhkan untuk pengajuan kredit mobil bekas tanpa uang muka yaitu:

  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi KK
  • Fotokopi slip gaji bagi karyawan
  • Fotokopi SIUP dan NPWP bagi wiraswasta
  • Fotokopi rekening 3 bulan terakhir
  • Fotokopi PBB atau bukti rekening listrik dan PDAM

Sedangkan untuk langkah pengajuan yang harus dilakukan yaitu:

  1. Lengkapi dokumen yang dibutuhkan
  2. Mengunjungi pihak leasing
  3. Mengisi formulir aplikasi dan persyaratan dokumen
  4. Pihak leasing akan mulai memproses, minimal 3-5 hari
  5. Jika disetujui, maka pihak leasing akan menyetujui dan menerima kontrak kredit mobil bekas tanpa kredit Anda.

Mengajukan kredit mobil ke leasing atau bank memang butuh proses yang panjang, belum lagi persyaratan yang dibutuhkan terlalu ribet. Contohnya harus menggunakan slip gaji dan SIUP, sedangkan Anda tidak mempunyainya, dengan begitu maka pengajuan kredit mobil sangat mustahil untuk disetujui.

Yuk, Simak Tips Memilih Asuransi Pendidikan Yang Sesuai Dengan Kebutuhan Berikut Ini!

tips memilih asuransi pendidikanPendidikan ibarat “investasi masa depan”, sehingga tidak heran jika banyak yang berlomba-lomba untuk menuntut ilmu setinggi mungkin. Indonesia dengan diterapkannya prinsip Wajib Belajar Pendidikan Dasar atau Wajar Diksar 9 tahun memang telah banyak memberikan banyak program beasiswa dan pendidikan gratis.

Namun kebutuhan biaya sekolah di luar SPP atau iuran bulanan malah justru semakin tinggi dari tahun ke tahun. Terlebih lagi untuk masa sekolah pada bangku SMA atau SMK atau sederajat dan bangku kuliah akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Baik biaya untuk sekolah hingga kebutuhan pribadi yang menunjang pendidikan tersebut.

Nah, untuk mengatasi naiknya biaya pendidikan yang semakin mahal, Anda bisa menggunakan asuransi pendidikan untuk jaminan pendidikan putra-putri Anda. namun terkadang ada juga yang menyebut bahwa asuransi pendidikan merupakan tabungan pendidikan, padahal keduanya adalah dua hal yang berbeda.

Meski terdengar hampir mirip, namun keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan, baik dari tingkat risiko dan karakteristiknya. Nah, sebelum memilih asuransi pendidikan, berikut perbedaan antara tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan:

a. Tabungan Pendidikan

  • Memiliki bunga yang lebih kecil bila dibandingkan dengan tabungan reguler bank
  • Sebagaimana tabungan reguler, tabungan pendidikan juga dikenakan biaya administrasi
  • Proses lebih mudah
  • Memiliki tingkat risiko yang kecil
  • Lebih cocok untuk penyimpanan dana pendidikan dalam jangka waktu yang pendek seperti 2-5 tahun, karena hasil tabungannya sekitar 3-6%
  • Meski tabungan, namun terdapat juga asuransi pendidikan yang ditanggung oleh bank dengan nilai tanggungan yang kecil.

b. Asuransi Pendidikan

  • Biaya akuisisi atau nilai premi yang dikenakan relatif besar
  • Tingkat risiko lebih besar daripada tabungan pendidikan
  • -Hasil untuk pengumpulan dananya lebih besar dari jenis tabungan pendidikan, sehingga bisa juga Anda gunakan sebagai investasi
  • Investasi dari asuransi pendidikan tersebut bersifat jangka panjang, dimana Anda tidak akan mendapatkan hasil investasi dalam 5 tahun pertama, dan setelah lebih dari 5 tahun hasil investasi bisa Anda dapatkan
  • Jika pemegang polis meninggal, maka dana tanggungan dan hasil investasi akan dilimpahkan kepada ahli waris

Nah, setelah mengetahui perbedaannya, jika Anda ingin berinvestasi untuk masa depan pendidikan anak, tentu akan lebih tepat dengan menggunakan asuransi pendidikan. Namun dalam menentukan asuransi pendidikan tersebut sebaiknya Anda tidak sembarangan dan tidak mudah tergoda dengan penawaran-penawaran menarik perusahaan asuransi yang belum terpercaya.

Untuk Anda yang masih ragu atau “takut” dengan asuransi-asuransi tersebut, yuk simak tips memilih asuransi pendidikan berikut ini yang tepat dan aman untuk masa depan buah hati:

1. Cari Perusahaan Asuransi Terpercaya dengan Track Record yang Baik

Sama seperti halnya Anda memilih atau membeli suatu barang, Anda tentu akan memilih yang berkualitas. Nah, begitu juga dengan asuransi pendidikan, pilihlah terlebih dahulu perusahaan asuransi yang sudah terpercaya.

Pilihlah perusahaan asuransi yang memiliki track record atau rekam jejak yang baik dan perusahaan tersebut sudah berdiri lama. Meski bukan berarti perusahaan yang baru berdiri tidak memiliki kualifikasi dan track record yang baik.

Alangkah baiknya jika Anda juga melakukan survey dari testimoni orang lain yang juga menggunakan asuransi pendidikan di perusahaan yang sama. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui detail pelayanan asuransi serta memeriksa kredibilitas perusahaan tersebut pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

2. Pastikan Agen Asuransi Anda Sudah Terdaftar di AAUI

Jika Anda menggunakan asuransi pendidikan lewat agen asuransi, maka sebaiknya periksa dahulu agensi tersebut. Pastikan agen tersebut sudah terdaftar menjadi anggota asosiasi asuransi yang resmi dan sudah memiliki kartu anggota AAUI (Asosiasi Asuransi Umum Indonesia).

Selain asuransi umum, terdapat juga asuransi Syariah. Nah, bagi Anda yang menggunakan asuransi Syariah, pastikan agen asuransi Anda sudah terdaftar menjadi anggota asosiasi dan mempunyai kartu AASI (Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia). Carilah juga agen yang sudah professional dan terjamin keamanannya.

3. Pastikan Informasi yang Anda Dapatkan Jelas

Sebelum menentukan perusahaan atau agen asuransi, pastikan Anda juga mencari informasi secara lengkap dan jelas. Carilah detail tentang denda, mekanisme pembayaran, biaya akuisisi, pertanggungan claim dan masih banyak lagi data yang Anda perlukan.

4. Sesuaikan Nilai Preminya Sesuai dengan Kemampuan Anda

Berbagai jenis asuransi pendidikan tentu akan berpengaruh terhadap biaya atau nilai premi yang harus Anda bayarkan. Nah, oleh sebab itu, pastikan nilai premi yang ditanggungkan sesuai dengan kemampuan dan kondisi ekonomi kantong Anda. Jangan sampai Anda memilih asuransi yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda.

5. Carilah Program yang Sesuai dengan Kebutuhan dan Bermanfaat Kedepannya

Pada beberapa perusahaan asuransi, biasanya terdapat beberapa program atau jenis asuransi pendidikan yang ditawarkan. Oleh karena itu, pastikan program yang Anda pilih sesuai dengan kebutuhan, dan pastikan bermanfaat untuk masa depan pendidikan buah hati Anda.

Nah, sebenarnya keputusan akan penentuan asuransi pendidikan tersebut sepenuhnya ditangan Anda. Namun sebaiknya teliti dan berhati-hatilah saat Anda memilih perusahaan asuransi. Pertimbangkan juga beberapa faktor yang diperlukan untuk asuransi pendidikan anak Anda, dan alangkah baiknya jika Anda menyiapkan asuransi pendidikan untuk anak sejak dini.