Yuk, Simak Tips Memilih Asuransi Pendidikan Yang Sesuai Dengan Kebutuhan Berikut Ini!

tips memilih asuransi pendidikanPendidikan ibarat “investasi masa depan”, sehingga tidak heran jika banyak yang berlomba-lomba untuk menuntut ilmu setinggi mungkin. Indonesia dengan diterapkannya prinsip Wajib Belajar Pendidikan Dasar atau Wajar Diksar 9 tahun memang telah banyak memberikan banyak program beasiswa dan pendidikan gratis.

Namun kebutuhan biaya sekolah di luar SPP atau iuran bulanan malah justru semakin tinggi dari tahun ke tahun. Terlebih lagi untuk masa sekolah pada bangku SMA atau SMK atau sederajat dan bangku kuliah akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Baik biaya untuk sekolah hingga kebutuhan pribadi yang menunjang pendidikan tersebut.

Nah, untuk mengatasi naiknya biaya pendidikan yang semakin mahal, Anda bisa menggunakan asuransi pendidikan untuk jaminan pendidikan putra-putri Anda. namun terkadang ada juga yang menyebut bahwa asuransi pendidikan merupakan tabungan pendidikan, padahal keduanya adalah dua hal yang berbeda.

Meski terdengar hampir mirip, namun keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan, baik dari tingkat risiko dan karakteristiknya. Nah, sebelum memilih asuransi pendidikan, berikut perbedaan antara tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan:

a. Tabungan Pendidikan

  • Memiliki bunga yang lebih kecil bila dibandingkan dengan tabungan reguler bank
  • Sebagaimana tabungan reguler, tabungan pendidikan juga dikenakan biaya administrasi
  • Proses lebih mudah
  • Memiliki tingkat risiko yang kecil
  • Lebih cocok untuk penyimpanan dana pendidikan dalam jangka waktu yang pendek seperti 2-5 tahun, karena hasil tabungannya sekitar 3-6%
  • Meski tabungan, namun terdapat juga asuransi pendidikan yang ditanggung oleh bank dengan nilai tanggungan yang kecil.

b. Asuransi Pendidikan

  • Biaya akuisisi atau nilai premi yang dikenakan relatif besar
  • Tingkat risiko lebih besar daripada tabungan pendidikan
  • -Hasil untuk pengumpulan dananya lebih besar dari jenis tabungan pendidikan, sehingga bisa juga Anda gunakan sebagai investasi
  • Investasi dari asuransi pendidikan tersebut bersifat jangka panjang, dimana Anda tidak akan mendapatkan hasil investasi dalam 5 tahun pertama, dan setelah lebih dari 5 tahun hasil investasi bisa Anda dapatkan
  • Jika pemegang polis meninggal, maka dana tanggungan dan hasil investasi akan dilimpahkan kepada ahli waris

Nah, setelah mengetahui perbedaannya, jika Anda ingin berinvestasi untuk masa depan pendidikan anak, tentu akan lebih tepat dengan menggunakan asuransi pendidikan. Namun dalam menentukan asuransi pendidikan tersebut sebaiknya Anda tidak sembarangan dan tidak mudah tergoda dengan penawaran-penawaran menarik perusahaan asuransi yang belum terpercaya.

Untuk Anda yang masih ragu atau “takut” dengan asuransi-asuransi tersebut, yuk simak tips memilih asuransi pendidikan berikut ini yang tepat dan aman untuk masa depan buah hati:

1. Cari Perusahaan Asuransi Terpercaya dengan Track Record yang Baik

Sama seperti halnya Anda memilih atau membeli suatu barang, Anda tentu akan memilih yang berkualitas. Nah, begitu juga dengan asuransi pendidikan, pilihlah terlebih dahulu perusahaan asuransi yang sudah terpercaya.

Pilihlah perusahaan asuransi yang memiliki track record atau rekam jejak yang baik dan perusahaan tersebut sudah berdiri lama. Meski bukan berarti perusahaan yang baru berdiri tidak memiliki kualifikasi dan track record yang baik.

Alangkah baiknya jika Anda juga melakukan survey dari testimoni orang lain yang juga menggunakan asuransi pendidikan di perusahaan yang sama. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui detail pelayanan asuransi serta memeriksa kredibilitas perusahaan tersebut pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

2. Pastikan Agen Asuransi Anda Sudah Terdaftar di AAUI

Jika Anda menggunakan asuransi pendidikan lewat agen asuransi, maka sebaiknya periksa dahulu agensi tersebut. Pastikan agen tersebut sudah terdaftar menjadi anggota asosiasi asuransi yang resmi dan sudah memiliki kartu anggota AAUI (Asosiasi Asuransi Umum Indonesia).

Selain asuransi umum, terdapat juga asuransi Syariah. Nah, bagi Anda yang menggunakan asuransi Syariah, pastikan agen asuransi Anda sudah terdaftar menjadi anggota asosiasi dan mempunyai kartu AASI (Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia). Carilah juga agen yang sudah professional dan terjamin keamanannya.

3. Pastikan Informasi yang Anda Dapatkan Jelas

Sebelum menentukan perusahaan atau agen asuransi, pastikan Anda juga mencari informasi secara lengkap dan jelas. Carilah detail tentang denda, mekanisme pembayaran, biaya akuisisi, pertanggungan claim dan masih banyak lagi data yang Anda perlukan.

4. Sesuaikan Nilai Preminya Sesuai dengan Kemampuan Anda

Berbagai jenis asuransi pendidikan tentu akan berpengaruh terhadap biaya atau nilai premi yang harus Anda bayarkan. Nah, oleh sebab itu, pastikan nilai premi yang ditanggungkan sesuai dengan kemampuan dan kondisi ekonomi kantong Anda. Jangan sampai Anda memilih asuransi yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda.

5. Carilah Program yang Sesuai dengan Kebutuhan dan Bermanfaat Kedepannya

Pada beberapa perusahaan asuransi, biasanya terdapat beberapa program atau jenis asuransi pendidikan yang ditawarkan. Oleh karena itu, pastikan program yang Anda pilih sesuai dengan kebutuhan, dan pastikan bermanfaat untuk masa depan pendidikan buah hati Anda.

Nah, sebenarnya keputusan akan penentuan asuransi pendidikan tersebut sepenuhnya ditangan Anda. Namun sebaiknya teliti dan berhati-hatilah saat Anda memilih perusahaan asuransi. Pertimbangkan juga beberapa faktor yang diperlukan untuk asuransi pendidikan anak Anda, dan alangkah baiknya jika Anda menyiapkan asuransi pendidikan untuk anak sejak dini.